Rumah Joglo Kudus Mari Kita Kenali Sejarahnya - Rumah Joglo Semar Sakti Art
Rumah Joglo Semar Sakti Art

Rumah Joglo Kudus Mari Kita Kenali Sejarahnya

Rumah joglo kudus atau joglo pencu merupakan simbol dari wujud akulturasi kebudayaan Hindu dengan Islam. Arsitektur rumah adat Kudus merupakan pengembangan dari rumah adat Jawa dan pesisir utara Jawa, khususnya yang dipengaruhi budaya dari Tiongkok, Eropa, dan Persia. Bangunan pokok rumah adat Kudus berupa bentuk joglo, atap berbentuk pencu dengan tritisan bagian depan dan belakang. Pusat pencu merupakan puncak dari gedongan yang merupakan bagian paling sakral dari rumah adat Kudus. Tata ruang terdiri dari bagian jaga satru, sentong, gedongan, serta pawon dan bangunan tambahan berupa sumur dan kamar mandi atau pekiwan yang terletak di depan rumah. Antara rumah induk dan pekiwan terdapat ruang kosong yang digunakan sebagai jalan umum antarrumah.

Rumah joglo kudus memiliki empat tiang penyangga dan satu tiang besar yang dinamakan soko geder yang melambangkan tauhid dalam Islam. Rumah adat Kudus joglo pencu memiliki tig bagian ruangan yang disebut jogo satru, gedongan, dan pawon. Jogo satru ialah nama untuk bagian depan dari rumah tersebut. Secara makna kata jogo satru bisa diterjemahkan; jogo artinya menjaga dan satru artinya musuh. Untuk sehari-hari, ruangan ini sering digunakan sebagai tempat menerima tamu yang berkunjung.

Gedongan ialah bagian ruang keluarga. Ruangan ini biasa digunakan untuk tempat tidur kepala keluarga. Untuk pawon sendiri letaknya berada pada bagian samping. Pawon biasa digunakan untuk masak, belajar, dan berkumpul dengan keluarga.

Rumah ini diperkirakan mulai dibangun pada 1500-an dengan bahan baku utama dari kayu jati berkualitas tinggi dengan sistem bongkar pasang tanpa paku. Pada permukaan kayu juga terdapat ukiran dengan bentuk dan ukirannya yang mengikuti pola binatang, rangkaian bunga melati, motif ular naga, buah nanas, arang lebah, dan motif burung.

Joglo pencu dibuat dari 95% kayu jati berkualitas tinggi. Konstruksi bangunannya dibuat bisa bongkar pasang. Tujuannya memudahkan joglo dipindah sekaligus tahan gempa.

Keindahan ukiran joglo pencu memang menawan. Konon keistimewaan ukiran joglo pencu tidak lepas dari peran dua ulama keturunan Tionghoa yang menetap di Kudus sekitar abad ke-15. Mereka tersohor sebagai pelukis kaligrafi Arab dan pemahat, salah satunya bernama Kiai Telingsing (Tee Ling Sing).

Maka itu, ukiran rumah joglo kudus lahir sebagai akulturasi budaya antara Islam, Hindu, Tiongkok, dan Eropa. Tidak hanya ukiran yang sarat makna, tata ruang joglo pencu pun tak sembarangan dibuat. Makna lain tersimpan pada bentuk atapnya yang mengerucut dan menjulang tinggi ke angkasa, yakni bahwa orang hidup dan berumah tangga hendaknya selalu mengingat Sang Pencipta.

Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/129485-indahnya-arsitektur-joglo-pencu-kudus
Rumah Joglo Kudus Mari Kita Kenali Sejarahnya

Satu tanggapan pada “Rumah Joglo Kudus Mari Kita Kenali Sejarahnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: